Assalam…
holla kawan, salam jumpa dan salam kenal ya… pada kesempatan ini akhirnya saya dapat memulai blog ini sebagai pengalaman baru dalam dunia bloging… hehehe…^^
Dini hari tadi, sekitar pukul 2-an, Q terbangun dari tidur lelapQ karena gatal seluruh badan akibat digigit kawanan nyamuk di kamar. Q coba benahi selimut dan coba tidur lagi namun sulit, udah coba geser kanan, geser kiri, tutup kepala pake bantal, meluk2 guling, bahkan mpe “brukut” dalam selimut tebalQ… walhasil justru kelimpukan ga karuan… yawdah akhirnya milih bangun dan browsing2 internet aja deh… kebetulan Q liat kalender dan tau kalo ini hari senin, dalam hati mikir “kenapa ga sekalian sahur terus ntar puasa senin-kemis aja kali ya…”
Bergegas Q ambil Mie instan – goreng, siapin panci dan peralatan masak. rebus bentar, tidak lupa tambahin telur biar “Mak Nyuussss…”, trus campur in deh ke bumbunya. dalam sekejap santap sahur pun tersedia. Alhamdulillah, tubuh langsung jreng dan Insya Allah siap puasa nih, lanjuuuut…
-
Sehabis sholat subuh, Q nge-net bentar, mo chat tapi ga ada yang OL, buka2 fesbuk tapi masih pada pasif, yawdah deh coba buka blog Q ini aja, tapi karena bingung mo nulis apa gitu… ya akhirnya cuma browsing2 aja deh cari2 apa gitu… mendadak Q kepikiran, kenapa ga coba browsing2 nyari2 macam2 puasa sunnah aja ya, sekalian nambah ilmu juga… ternyata ada banyak juga ya puasa sunnah itu, begitu banyak bentuk ibadah ini… dan sejenak kemudian “Bling !..” terlintas sebuah pikiran di benakQ, bukankah sebuah hal baik kalo Q berbagi ilmu ini pada temen2 yang lain, toh sekalian ngisi2 blog juga biar ga mubazir… yap yap yap…
dari “Mbah Google”, Q dapat link berikut ini :
http://www.mail-archive.com/jamaah@arroyyan.com/msg04244.html
dari alamat diatas, Q dapat ilmu baru lho seputar puasa sunnah, ternyata selain puasa senin-kemis tu masih banyak macam puasa sunnah beberapa sih Q juga dah tau, tapi ada beberapa pula yang Q baru tau… hehehe… harap maklum ya… ^^…, oiya berikut ini ragam puasa sunnah itu :
1. Puasa enam hari pada bulan Syawwal.
Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang berpuasa Ramadhan, lalu diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, seolah-olah ia berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim, al-Tirmidzi, Abu dawud, dll).
2. Puasa Nabi Daud.
Nabi saw. bersabda, “Shalat yang paling Allah sukai adalah Shalat Daud. Dan
puasa yang paling Allah sukai adalah puasa Daud. Ia tidur setengah malam,
bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Lalu, ia berpuasa satu hari dan berbuka satu hari.” (HR al-Bukhârî).
3. Puasa Hari Asyura dan Tasu’a (10 dan 9 Muharram).
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw. ditanya, “Shalat apa yang paling baik sesudah salat wajib?” beliau menjawab, “Shalat di tengah malam.” Lalu beliau ditanya, “Puasa apa yang paling baik sesudah Ramadhan?” beliau menjawab, “Bulan Allah yang kalian sebut dengan Muharram.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud). Abu Musa al-Asy’ari berkata, “Hari asyura sangat diagungkan oleh Yahudi dan mereka menjadikannya sebagai hari raya.” Maka, Rasulullah saw. bersabda, “Berpuasalah kalian pada hari tersebut.” (Muttafaq alaih). Dalam riwayat lain rasulullah saw. bersabda, “Jika aku masih hdiup hingga tahun depan, aku akan berpuasa hari kesembilannya (pula).” (HR Ahmad dan Muslim).
4. Puasa hari Arafah (9 Dzul hijjjah) bagi yang tidak menunaikan haji.
Nabi saw. bersabda, “Puasa hari Arafah bisa menghapus dosa selama dua tahun, tahun lalu dan tahun yang akan datang. Sementara, puasa hari Asyura menghapus dosa tahun yang lewat.” (HR al-Jamaah kecuali Bukhari dan al-Tirmidzi).
5. Puasa pada bulan Sya’ban
Usamah bin Zaid berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa pada satu bulan seperti pada bulan Sya’ban.” Beliau menjawab, “Ia adalah bulan yang banyak dilalaikan oleh manusia. yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan saat amal diangkat menuju Tuhan, karena itu, aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.” (HR Abu Daud dan al-Nasai).
6. Puasa tiga hari pada setiap bulan qamariyah (13,14,15).
Abu Dzarr al-Ghifari berkata, “Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk
berpuasa dalam sebulan tiga kali: yaitu tanggal 13, 14, 15. Menurut beliau, ia
seperti puasa setahun.” (HR al-Nasai).
7.Puasa Senin Kamis
Nabi saw. biasa melakukan puasa pada hari senin dan kamis. Maka, beliau ditanya tentang hal itu. Beliau menjawab, “Amal hamba dihamparkan pada hari senin dan kamis. Aku ingin amalku dihamparkan sementara aku dalam kondisi puasa.” (HR Abu Daud).
-
ya emang sih yang biasa Q kerjakan ya senin-kemis, syawal dan arofah itu aja kadang sering kelewatan juga, ya sekali lagi harap maklum ya ^^… tapi paling ga sekarang dah dapat ilmu baru, dan ga ada salahnya toh berbagi ilmu baru ini pada temen2 yang lain juga, mungkin beberapa baris tulisan tadi bisa berguna pula. Amiin…
bila ingin dalami lebih jauh dan info lebih lanjut temen2 bisa langsung aja menuju sumber yang saya dapat tersebut, berikut ini linknya :
http://www.mail-archive.com/jamaah@arroyyan.com/msg04244.html
semoga bermanfaat ^^…
Recent Comments